Gaya Interior : Tradisional

Gaya Interior : Tradisional

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Bagi beberapa orang, tradisionalisme adalah pandangan hidup. Mereka nyaman menjalankan nilai-nilai tradisi. Tidak hanya menjadi filosofi yang tumbuh terus di alam bawah sadar mereka, tradisionalisme tersebut mereka ejawantahkan pula dalam laku kehidupan sehari-hari, termasuk pula dalam gaya interior rumah.

Lantas, bagaimana mengidentifikasi interior rumah yang menerapkan gaya tradisional tersebut? Mari cek satu persatu. Mungkin dalam perjalanan hidup Anda, Anda ingin pula mengadopsi gaya tradisional tersebut.

  • Suasana homey

Nyaman dan homey adalah suasana yang identik dengan rumah tradisional. Orang merasa kembali pada ‘akar’nya. Sesuatu yang mungkin telah lama mereka tinggalkan karena kesibukan dan keruwetan hidup. Jika Anda pernah ke Jogja dan masuk ke rumah-rumah Joglo di sana, Anda akan merasakan hal ini. Begitu pula ketika Anda ke Rumah Betang di Kalimantan atau Rumah Adat Mbaru Niang di Wae Rebo, NTT.

  • Pola bunga

Interior rumah bergaya tradisional kerap menggunakan pola bunga. Tidak hanya pada dinding, tapi juga pada ukiran, kolom, pintu, jendela, dan elemen rumah lainnya. Ini karena bunga atau tetumbuhan memang melekat dengan kehidupan tradisional ala pedesaan. Jika Anda ingin menghadirkan cita rasa tradisional dalam interior rumah, Anda bisa mengakali dengan, misalnya: memasang cermin dengan pigura ulir bebungaan atau wallpaper dengan corak bunga.

  • Bersahaja

Kesahajaan, ketidakmulukan, dan kesederhanaan adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari gaya tradisional. Pada interior rumah, kesahajaan ini diaplikasikan melalui penggunaan warna yang tidak mencolok. Warna-warna netral yang dekat dengan alam, seperti cokelat, kerap dipakai. Warna tanah, kayu, pepohonan, dan tumbuhan pun dipilih untuk memperkuat kesan kesahajaan tersebut.

  • Serba sepasang

Ragam furnitur dalam interior rumah bergaya tradisional kerap dihadirkan berpasangan. Misalnya, kursi, pintu, dan jendela. Keberpasangan ini mencerminkan nilai konvensional, mencirikan pasangan hidup, dan kelanggengan.

  • Halus dan lengkung

Tidak seperti gaya kontemporer yang cenderung tampak langsing dan ‘tajam’, gaya tradisional cenderung mengadopsi sesuatu yang halus dan lengkung. Bila dicermati, ini refleksi dari pola-pola sulur tanaman atau dahan pohon.

  • Teratur, konsisten, dan detail

Jika Anda perhatikan pola batik, ukiran keris, patung-patung kayu, atau garis-garis pada kain songket, maka Anda akan menemukan keteraturan, konsistensi, dan detail di situ. Nah, rumah bergaya tradisional pun demikian. Anda akan mudah mengidentifikasi dari kekayaan detailnya yang rapi dan konsisten.

  • Furnitur daur ulang

Alih-alih menggunakan furnitur yang tampil sophisticated, item dekorasi pada rumah bergaya tradisional kerap menggunakan furnitur daur ulang. Bahan-bahannya tidak beli jadi, tapi kerap mendapat sentuhan custom dan personal. Misalnya, kursi dari sisa kayu atau rotan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_btn title=”Berikut contoh gaya interior tradisional” style=”flat” shape=”square” color=”black” align=”center” button_block=”true”][vc_media_grid gap=”1″ item=”mediaGrid_FadeInWithIcon” grid_id=”vc_gid:1456936138484-06e8aaa9-d552-0″ include=”2846,2847,2848,2849,2850,2851,2852,2853,2854,2855,2856,2857,2858,2859,2864″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_cta h2=”Suka dengan gaya interior ini?” h4=”Anda bisa menghubungi kami sekarang juga!” txt_align=”center” shape=”square” style=”flat” color=”blue” add_button=”bottom” btn_title=”Hubungi Kami” btn_shape=”square” btn_color=”inverse” btn_size=”lg” btn_align=”center” btn_i_type=”linecons” btn_i_icon_linecons=”vc_li vc_li-like” add_icon=”top” i_icon_fontawesome=”fa fa-envelope” i_color=”black” i_size=”lg” btn_link=”url:https%3A%2F%2Fodiesign.com%2Fcontact%2F||target:%20_blank” btn_add_icon=”true” i_on_border=”true”][/vc_cta][/vc_column][/vc_row]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

odiesign

Assalamualaikum wr. wb senang rasanya anda telah mengunjungi page saya. Perkenalkan nama saya Faraitody Sulistiono atau pangil saya odie saja, saya lahir di Jakarta Indonesia pada tanggal 02 Juni 1981 dari pasangan Bpk. Suhartono dan Ibu. Supriyati Rahayu, mereka adalah kedua orang tua ku yang sangat saya sayangi. Pada tanggal 22 November 2008 saya menikah dengan seorang wanita yang bernama Septi handayani, dan Alhamdullilah sekarang saya telah di karuniai seorang putri yang sangat cantik yang bernama Faraisya Filzahra serta putra yang tampan Muhammad Fakhri Faraihan Alfa, mereka adalah titipan dari Allah SWT yang harus saya jaga dan sayangi. Background pendidikan saya adalah Arsitektur dari Universitas Trisakti angkatan 1999 dan Universitas Jakarta angkatan 2005, sebelum saya menjadi seorang Arsitek awal pendidikan formal saya di TK.Kencana Pondok Kelapa (1985) ---> SDN 04 Pagi Malakasari (1987) ---> SMPN 213 Malaka Jaya (1993) ---> SMUN 100 Cipinang Muara (1996). Selain pendidikan formal tersebut saya juga pernah mengikuti Pendidikan Non-Formal seperti Pelatihan Autocad 2D dan 3D di Universitas Trisakti, Seminar / pelatihan tentang Fotografi di Universitas Trisakti, serta Pelatihan Gitar Elektrik di Purwacaraka Music School Jatiwaringain Jakarta. Saya sangat menyukai segala hal yang berbau tentang Kesenian (Art) seperi Arsitektur, Desain Grafis, Desain Interior, Musik, Web Design, dll. Oleh karena itu saya sangat senang bisa berbagi Ilmu Pengetahuan kepada semua orang didunia ini. Karena dengan berbagi kita tidak akan kehilangan Ilmu yang sudah kita dapat, melainkan akan bertambah Ilmu pengetahuan kita. Akhir kata "Tak ada gading yang tak retak" , semua manusia tidak ada yang sempurna, oleh sebab itu saya minta maaf jika ada tulisan atau gambar (file) yang tidak berkenan di hati anda. Semoga Web page saya ini bermanfaat bagi anda semua. Salam Odie
Close Menu